"Theory of Mind" pada Remaja Down Syndrom dan Penyandang Gangguan Perkembangan Mental
"Theory of Mind" adalah istilah bagi tingkat kemampuan individu untuk menggambarkan, menetapkan dan membuat atribut terhadap kondisi mental tertentu.
Topik ini telah dipelajari secara ekstensif dalam bidang autisme, dimana defisitnya keterampilan interaksi sosial yang menjadi ciri gangguan ini diperkirakan disebabkan kurangnya Theory of Mind dari individu yang bersangkutan.
Namun, ada juga bukti bahwa anak-anak penyandang cacat dan anak-anak yang mengalami gangguan perkembangan mengalami kesulitan dalam menyelesaikan tugas-tugas terutama karena kondisi gangguan mental yang mereka sandang.
Sebanyak dua penelitian telah dilakukan terhadap remaja Down Syndrome dan yang mengalami gangguan perkembangan dengan tugas di mana mereka harus melaporkan preferensi karakter yang tidak mereka ketahui dalam situasi yang berbeda.
Hasil dalam studi pertama adalah variabel, dan itu sulit bagi peserta untuk secara akurat melaporkan pilihan karakter. Namun, semua peserta dalam studi kedua mampu menempatkan dirinya secara akurat dalam membuat laporan / preferensi nya.
Perbedaan antara hasil dalam dua studi dianalisis dalam hal pengalaman subyek dengan karakter dan petunjuk yang menjamin diskriminasi dari unsur-unsur yang paling relevan dalam tugas.
Sindrom Down (bahasa Inggris: Down syndrome) merupakan kelainan genetik yang terjadi pada kromosom 21 pada berkas q22 gen SLC5A3,[1] yang dapat dikenal dengan melihat manifestasi klinis yang cukup khas. Kelainan yang berdampak pada keterbelakangan pertumbuhan fisik dan mental ini pertama kali dikenal pada tahun 1866 oleh Dr.John Longdon Down. Karena ciri-ciri yang tampak aneh seperti tinggi badan yang relative pendek, kepala mengecil, hidung yang datar menyerupai orang Mongoloid maka sering juga dikenal dengan mongolisme. Pada tahun 1970an para ahli dari Amerika dan Eropa merevisi nama dari kelainan yang terjadi pada anak tersebut dengan merujuk penemu pertama kali sindrom ini dengan istilah sindrom Down dan hingga kini penyakit ini dikenal dengan istilah yang sama.
Definisi sindrom down
Sindrom down adalah suatu kondisi keterbelakangan perkembangan fisik dan mental anak yang diakibatkan adanya abnormalitas perkembangan kromosom. Kromosom ini terbentuk akibat kegagalan sepasang kromosom untuk saling memisahkan diri saat terjadi pembelahan.
Pencegahan dapat dilakukan dengan melakukan pemeriksaan kromosom melalui amniocentesis bagi para ibu hamil terutama pada bulan-bulan awal kehamilan. Terlebih lagi ibu hamil yang pernah mempunyai anak dengan sindrom down atau mereka yang hamil di atas usia 40 tahun harus dengan hati-hati memantau perkembangan janinnya karena mereka memiliki risiko melahirkan anak dengan sindrom down lebih tinggi. Sindrom down tidak bisa dicegah, karena DS merupakan kelainan yang disebabkan oleh kelainan jumlah kromosom. Jumlsh kromosm 21 yang harusnya cuma 2 menjadi 3. Penyebabnya masih tidak diketahui pasti, yang dapat disimpulkan sampai saat ini adalah makin tua usia ibu makin tinggi risiko untuk terjadinya DS.Diagnosis dalam kandungan bisa dilakukan, diagnosis pasti dengan analisis kromosom dengan cara pengambilan CVS (mengambil sedikit bagian janin pada plasenta) pada kehamilan 10-12 minggu) atau amniosentesis (pengambilan air ketuban) pada kehamilan 14-16 minggu.